Episode 6: Kegagalan Pertama

Hal lain yang harus aku perbaiki selain sikap dan sosialisasi adalah NILAI DI SEKOLAH! Tidak sedikit orang berpikir bahwa mendapatkan nilai yang tinggi menjadikan mereka sudah merasa hebat dan pintar, tapi apa gunanya kalau sikapnya buruk, ya ga? Jujur aja nih ya, yang udah berpengalaman juga bakal bilang, pintar itu ga cukup karena ada hal-hal yang harus diperhatikan, mulai dari sikap, pola pikir, bahkan bisa jadi menggunakan kepintaran tapi ke arah yang menyimpang (negatif). Jadi pintar saja tidak cukup, ya katakan saja itu nilai plus untuk diri kalian sendiri bahkan bagi mereka yang bisa mendapatkan nilai bagus. Jangan lupa gunakan kepintaranmu untuk hal-hal yang baik dan juga membantu orang lain atau mengajarkan orang lain.

Panjang juga ya intro-nya hahaha maaf, kenapa aku ngomongin hal tersebut? Disini aku pengen bicara masalah perjuangan buat naik kelas dan mendapatkan nilai bagus. Entah hanya karena luck atau ngga aku bisa masuk SMA, tapi yang jelas aku ga pernah sogok-menyogok buat naik kelas ya! GA PERNAH DAN JANGAN PERNAH! Aku yang sebelumnya tidak ada tekad buat belajar dan mendapatkan nilai bagus, kali ini di SMA aku benar-benar ingin menjadi orang yang jujur, selain jujur aku juga ingin berjuangan dengan kerja keras ku sendiri untuk mendapatkan nilai bagus. Malu juga banyak temen tapi nilainya butut, bahkan perkataan Ferin atau Ein di kelas, “Kata Ibu aku, kalau sering remed itu orang yang ga sukses, karena ga ada perubahan.” Hmm sebenarnya betul sih, tapi itu juga masalah dari bidang dan keahlian masing-masing, tapi ya kita ambil positifnya saja, sering remed siapa tau memang bukan waktunya juga. Kita emang ga akan pernah tau di masa depan kita jadi apa dan bagaimana.

Jadi, aku putuskan juga untuk berusaha lebih keras dan mendapatkan nilai yang bagus. Akan menjadi sebuah kenangan indah untuk aku pribadi jika aku mendapatkan nilai bagus atas hasil usahaku sendiri. Hmm, ya jujur saja, nilaiku masih tidak begitu bagus dan selalu mendapatkan nilai rata-rata atau dibawah (ga sering sih, tapi pernah masih di remedial).

dxeps06-03

Bandung, 2009

Masih banyak murid yang kadang berpikir bahwa IPA itu lebih baik daripada IPS. Duh masuk jurusan IPS itu berarti kita orang-orang malas dong? Atau pernah ada yang bilang kalau jurusan IPS itu orang-orang terbuang. Buat kalian yang belum mengerti atau belum masuk SMA, ayooo jangan terpengaruh sama kata-kata itu. Beberapa orang juga memang masih belum mengerti dan namanya juga masih remaja SMA, ada yang labil juga. Tapi guru Bahasa Indonesia, guru BK, dan bahkan Kepala Sekolah selalu mengingatkan kami di kelas, bahwa jika ada yang masuk jurusan IPS, jangan kecewa juga, bukan berarti buruk dan orang-orang terbuang.

Jurusan IPA maupun IPS sama saja, bukan berarti IPA lebih baik dari IPS, begitu juga IPS bukan lebih baik dari IPA. Jurusan apapun bagus dan tergantung minat masing-masing di masa depan ingin jadi apa.” Banyak yang masuk jurusan IPA (berjuang habis-habisan karena gengsi masuk IPS, siapa pun kalian yang baca ini jangan merasa tersinggung, karena memang ada yang seperti itu, pokoknya yang penting itu adalah ilmunya.

Kau tau? Bertapa stress nya diriku pada saat itu ketika ingin sekali menjadi orang yang berguna, aku ingin memiliki ilmu yang suatu saat bisa berguna dan dibagikan kepada orang yang ingin belajar. Rasanya memang kurang ketika aku belum mendapatkan nilai yang bagus atas usahaku sendiri. Aku takut ketika besar nanti, aku menjadi orang yang tidak berguna, setidaknya aku ada tekad untuk berubah.” Untuk medanpatkan uang banyak, tentu perlu mendapatkan pengalaman yang banyak dan menjadi seseorang yang profesional, tergantung usaha kita sampai mana kita bertarung. Untuk menjadi yang terbaik memang akan sering bertemu dan bersaing dengan yang terbaik juga.

Sebelumnya aku punya tekad masuk jurusan IPA karena aku ingin sekali masuk jurusan yang berhubungan dengan biologi ketika kuliah (baru tekad dan tujuan untuk kuliah). Sebenarnya itu adalah impian kedua ku, sedangkan pilihan pertama ku yang ingin aku raih, ga akan jauh dari yang namanya dunia modern, teknologi, multimedia, video games, membuat film, dan sebagainya. *ok curhat lah ya* Nah emang sih, jadi aku harus fokus buat masuk jurusan IPA dulu.

Aku punya tekad masuk jurusan IPA tapi memiliki kendala dengan mata pelajaran Kimia dan Fisika (padahal itu yang jelas-jelas IPA juga haha), entah kenapa aku payah sekali, padahal aku suka Kimia (suka aja, tapi ga begitu paham). Nilai tertinggi pada pelajaran Kimia diperoleh oleh teman kami yang bernama Ilyas, asal Depok. Ilyas memang suka pelajaran Kimia, apalagi murid favorite guru Kimia kami, Ibu Tin. Bu Tin menyuruh Ilyas untuk membantu teman-temannya yang belum bisa. Bahkan teman-teman X-3 selalu menyarankan Ilyas, “Gimana kalau ngajarin temen sekelas?” Ya bersyukur teman-teman X-3 masih banyak yang punya tekad buat belajar Kimia dan mendapatkan nilai bagus, Ilyas menerangkan dengan santai dan mudah dimengerti oleh teman-teman X-3, sayangnya hanya aku mungkin yang belum mengerti sepenuhnya. Terkadang teman-teman meminta Ilyas untuk mengajar mata pelajaran yang lain, seperti Matematika.

Suatu hari, Bu Tin memberikan pengumuman karena akan sering mengadakan kuis sebelum UAS, fokus untuk naik kelas yang penting dan murid-murid yang mau masuk jurusan IPA. Suatu hari Ilyas memberikan saran kepada ku dan mengajak, “Mau belajar di kost saya ga? Kita belajar bareng dan liat perkembangan kamu di pelajaran Kimia.” OH WAAWWW! Bilangnya sih belajar bareng, tapi kayanya aku malah ngerepotin Ilyas karena dia yang sering ngajarin, sedangkan dia malah jadi ga belajar. Tapi aku benar-benar senang ketika ada seseorang yang mengajakku untuk belajar bersama. Aku minta izin untuk menginap di kost Ilyas, ya Ilyas selalu welcome teman-temannya yang mau belajar, walaupun aku pribadi merasa tidak enak karena mengganggu kehidupan orang.

Aku dan Ilyas tidak langsung belajar setelah pulang sekolah, seperti murid lainnya, kami juga bermain basket di lapangan dan pulang istirahat di kost, makan malam dulu, lalu istirahat lagi. Mulai pukul 9 malam kami mulai belajar di ruang tengah. Teman satu kost Ilyas, yaitu Wanda, Wanda juga berasal dari Depok, teman sekelas kami juga, bisa dibilang Wanda juga pintar di kelas. Ketika aku dan Ilyas sedang belajar, Wanda tidak pernah mau bergabung karena dia tidak suka belajar terlalu sering, Wanda lebih memilih bermain game tapi anehnya malah main game di komputer Ilyas.

Berhari-hari aku menginap di kost Ilyas. Kami selalu belajar sampai jam 1 dini hari sambil ngemil (makan snack, coklat, minum cola, dan sebagainya). Ini baru awal jadi kami juga belajar pelan-pelan dan khususnya otak aku belum jago buat menyelesaikan soal-soal yang sulit. Tapi jujur aja, karena aku punya niat dan tekad untuk berubah, walaupun melelahkan tapi ini bener-bener kenangan yang keren.

TEEEEEEEEEETTT … TEEEEEEEEEEEEET … (bel berbunyi di sekolah, suaranya kaya gitu)

Hari itu tiba, aku dan teman-teman X-3 mengerjakan kuis Kimia pertama. Ilyas hanya mengatakan padaku, “Berjuang, pasti bisa!” aku memang belum percaya diri, tapi aku masih punya tekad untuk mendapatkan nilai bagus, setidaknya tidak mendapatkan nilai rata-rata atau dibawah rata-rata lagi. Kuis Kimia PERTAMA selesai dan hasilnya akan segera diberitahukan dengan cepat. Setelah aku mendapatkan hasilnya dan ternyata nilaiku parah sekali, masih dibawah rata-rata, kalau itu adalah ujian sekolah mungkin aku akan melaksanakan remedial, untung ini hanya kuis dan latihan.

Ilyas hanya mengatakan “Namanya juga masih awal, kita belajar lagi sama-sama.” Uh pikiran negatifku sedikit mengganggu, karena aku merasa menghabiskan waktu orang lain (Ilyas) untuk mengajariku tapi hasilnya malah sama saja. YOSHA! Beberapa hari menjelang kuis Kimia kedua, aku mulai menginap lagi di kost Ilyas, namun kali ini ditemani oleh temanku yaitu Royan, orang turunan Arab ini juga ikut bergabung dan menginap karena dirinya masih belum mampu menguasai pelajaran Kimia, walaupun begitu Royan mengatakan padaku kalau dia bertujuan untuk masuk jurusan IPS karena dia ingin kuliah yang berhubungan dengan jurusan IPS. Namun, tekad Royan juga perlu diacungkan jempol karena dia masih ingin bisa mendapatkan nilai bagus di pelajaran IPA dan ingin naik kelas bersama-sama. Selain Royan sebenarnya ada Rifa yang suka mampir, Rifa ini sudah jadi soulmate sekaligus rival Ilyas dari dulu sampai sekarang, mereka berdua memang sangat dekat, tapi Rifa karena punya kesibukan yang lain, kadang-kadang aja mampir buat belajar ke kost Ilyas.

Perjuangan mau belajar di kost Ilyas aja agak berat haha, apalagi aku mengantarkan Royan ke rumahnya yang cukup jauh, dan kami mengalami kecelakaan, karena ada lubang besar, kami terjatuh dari motor. Kami bersyukur karena kami tidak memiliki luka karena kami terjatuh ke arah rerumputan, tapi sebenarnya ke bebatuan juga sih, rumputnya ga begitu banyak. Motorku yang ga selamat HAHAHA, walaupun masih bisa dinyalakan tapi stang motorku jadi miring dari ban juga. Setidaknya setelah pulang dari rumah Royan dan pergi lagi ke kost Ilyas, kami sampai dengan selamat.

Sesampai disana, Ilyas berkata bahwa Diki, ketua kelas kami asal Garut, akan bergabung untuk belajar bersama-sama. Diki tinggal di asrama seperti Rifa dan teman-teman yang lain yang jauh dari kampung halamannya. Oh ya, di episode sebelumnya memang Wanda menginap di asrama, namun beberapa minggu kemudian Wanda memilih tinggal di kost yang sama dengan Ilyas.

Diki akan datang terlambat karena harus mempersiapkan banyak hal di asrama. Aku, Royan dan Ilyas pergi makan malam, sambil ngemil-ngemil juga makan mie bakso yang tepat dekat asrama sekolah. Kami sering sekali makan mie bakso disana sambil ngobrol banyak, wah itu kenangan banget deh. Diki akhirnya datang ke kost Ilyas dan tidak hanya itu, tapi Diki juga membetulkan stang motorku yang miring hahaha, makasih banyak kang!

Ilyas mengajari aku, Royan, dan Diki agar bisa mendapatkan nilai yang lebih baik lagi di kuis Kimia. Kami berjuang habis-habisan belajar sampai larut malam atau dini hari, selama berhari-hari lho guys. Beberapa hari kemudian, kuis kimia kedua akhirnya dimulai. Kali ini aku sedikit terlambat dalam menyelesaikan soal-soalnya karena aku sangat berhati-hati dan memang agak lambat pada saat mengerjakan. Gimana hasilnya? Uh KUIS KEDUA ternyata GAGAL LAGI! Aku masih mendapatkan nilai dibawah rata-rata.

Pulang sekolah aku agak sedikit menyendiri *ceritanya galau* tapi ya sebenarnya merenungkan sedikit kenapa dan apa yang salah. Ilyas hanya mengatakan bahwa progress-ku ini sebenarnya sudah membaik walaupun pada saat kuis sepertinya aku terlalu gugup dan menganggap kuis atau ujian adalah sesuatu yang berat, sehingga pikiranku tertekan ketika mengerjakan. “Masih ada kuis Kimia ketiga, jangan nyerah!” Ilyas mengatakan hal seperti itu padaku. Menjelang kuis Kimia ketiga, Rifa bergabung dengan aku, Ilyas, Diki, dan Royan. Kalau Diki adalah ketua kelas, Rifa adalah wakil ketua kelas, Rifa berasal dari Sumedang.

Kami semua belajar bersama-sama, selain belajar Kimia sebenarnya kami juga belajar banyak pelajaran, seperti matematika, bahasa Inggris, dan sebagainya. Kimia tetap diutamakan karena kami semua memang banyak yang belum begitu paham. Aku, Royan, Diki, dan Rifa yang sering belajar bersama Ilyas di kost, kami menjadi semakin dekat bahkan di sekolah juga. Aku tidak lupa memotret banyak kenangan disana. Bahkan saat-saat Rifa berdua dengan Ilyas hahaha sambil belajar di kasur.

dxeps06-02dxeps06-01

Kuis KUIS KETIGA akhirnya dilaksanakan, YOSHAAA! Berusaha semuanya, sebelum UAS dilaksanakan dan khususnya yang mau masuk jurusan IPA. Kuis ketiga auraku berubah, aku benar-benar tidak ingin menjadi orang yang sama, aku tidak ingin menjadi orang yang tidak berguna, mataku terbuka lebar dan aku merasa bisa mengerjakannya dengan baik, aku tidak gugup, AKU PASTI BISAAAAAA!!!

*gelap* (cerita kaya film-film gitu deh)

Hasilnya akan saya bagikan setelah istirahat.” kata Ibu Tin. Aku duduk di kelas melihat beberapa temanku terus belajar, ada Heri asal dari Lampung yang sedang belajar matematika dengan Birry. Ada Zaki asal Madura juga sedang belajar bersama Fajar, ada teman-teman lainnya seperti Nika asal Jakarta sedang bicara dengan Dira, ada Ima yang lagi mencatat, ada Wanda yang sedang SMS-an (atau chatting-an), dan Rangga yang sedang usil, dan teman-teman X-3 lainnya.

Ya lebih baik aku harus mengistirahatkan kepala dulu sebelum pelajaran BK dimulai, karena setelah istirahat ada pelajaran BK, tapi memang istirahatnya singkat sih waktunya jadi ya udah kebanyakan diam di kelas. Setelah itu hasil kuis Kimia ketiga akhirnya dibagikan. Ayo tebak gimana hasilnya? YA BENAR … aku … GAGAL LAGI! HAHAHA! Aku hanya terdiam dan pikiranku sedikit kacau karena aku merasa masih menjadi orang yang sama, aku juga menyia-nyiakan waktu orang, walaupun usahanya besar sampai menginap dan begadang, jika nilainya masih saja dibawah rata-rata, aku hanya seperti orang yang sama dan tidak berguna.

Pada saat pelajaran BK dimulai, ya guru BK membebaskan kami alias kami bisa melakukan apapun yang kami mau asalkan jangan ribut mengganggu kelas lain. Guru BK memberikan kesempatan kepada murid-murid yang mau maju ke depan untuk mengobrol secara empat mata dengan guru BK, ya biasa mungkin yang ingin curhat dan segala macamnya. Disitu aku masih menundukan kepala sambil duduk dibangku, mataku hanya melihat ke nilai yang MASIH SAMA SAJA BURUK! Kalau begini aku ga bisa masuk IPA.

Aku berjalan ke arah Ilyas dan Ilyas mungkin cukup terkejut tiba-tiba air mataku terjatuh, aku hanya mengatakan “Yas, maafkan aku kalau aku sudah banyak ngerepotin kamu selama di kost dan sampai kamu juga jarang tidur, tapi nilaiku tidak pernah berubah menjadi lebih baik.” Ilyas hanya mengatakan, “Ga apa-apa, aku yakin kamu pasti bisa, hanya saja belum waktunya.” Teman-teman X-3 dan guru BK memang sedikit terkejut melihatku menangis di kelas secara tiba-tiba. Pikiranku berat karena masalah lain, sedangkan butuh proses untuk menyelesaikan semua, salah satunya di sekolah.

Suatu hari, kami berkumpul di kost Ilyas, ada aku, Royan, Wanda, Heri, Diki, dan Rifa. Entahlah apa yang kami lakukan disana, cowok-cowok ngerumpi hehe, ya kami ngobrol banyak hal, ngobrolin masalah pribadi, games, bicara mengenai pengalaman juga, dan sebagainya. Ya aku juga semakin banyak belajar dari mereka bahwa pastinya ga cuman aku yang punya masa-masa sulit. Bahkan pembicaraan kami mengarah ke sesuatu yang bisa meneteskan air mata. Cowok-cowok berkumpul di kamar Ilyas ini beberapa orang meneteskan air mata *eaa* hahaha, tapi jujur itu kenangan yang paling indah juga. Pada saat malam hari pun Rifa mengatakan pada kami, “Aku terima kasih banyak punya temen-temen kaya kalian, belajar bareng, main bareng, tapi aku belum bisa ngasih apa-apa buat kalian, aku bener-bener seneng punya temen seperti kalian.” (the best buat Rifa) Bro-sis jangan gengsi khususnya para laki-laki buat ngomong seperti apa yang Rifa katakan, apalagi kami bukan cowok lemah juga ya, wajar seorang cowok juga nangis, dan ga ada salahnya juga kita disana sedikit menundukan kepala dan saling berterima kasih. Rifa juga sambil meneteskan air mata, begitu juga mata Wanda yang biasa di bully sama Rifa malah berkaca-kaca karena tersentuh. Aku dan Rifa berpelukan dan kami semua berpelukan sambil mengucapkan terima kasih, but seriously sad moment,  saling berpelukan untuk berterima kasih.

Kami juga berharap bahwa X-3 jangan cepat bubar walaupun saat kenaikan kelas, kita semua sudah berpisah kelasnya. Diki dan Rifa sebagai ketua dan wakil ketua kelas X-3, mereka memberikan yang terbaik untuk teman-teman X-3, Diki berpesan, “Disini kita udah kaya keluarga, jangan sampai silaturahmi kita terputus. Kalau bisa tetap berkomunikasi, apalagi di era sekarang kita seharusnya bisa saling ngobrol banyak, apalagi kita punya grup Facebook. Saya berharapnya sih jangan sampai lost contact. Suatu saat sering-sering bertemu dan bermain bersama, atau mengadakan acara bersama khusus hanya untuk X-3.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: