Episode 9: Perjalanan Jauh Pertama

Agak kurang rasanya kita udah 1 tahun lebih bersama tapi ga pernah jalan-jalan bareng. Kami bertujuan pergi ke Tasikmalaya, kenapa? Sebenarnya hal ini sudah diperhitungkan jauh-jauh hari, ga mudah ngurusin hal ini. Kalau pengen bikin sebuah acara yang dilakukan banyak orang (apalagi teman-teman X-3 berjumlah 27 orang), maka jangan seenaknya membuat acara dadakan, jika miliki sebuah acara yang ingin dilaksanakan, buatlah rencana jauh-jauh hari.

Pertama, pasti memperhitungkan masalah mau kemana dan tanggal berapa kira-kira? Setiap pulang sekolah Diki mengumpulkan teman-teman “Ada yang punya rekomendasi mau pergi kemana buat kita liburan?” walaupun yang udah dipastikan ga ikut aja bisa memberikan saran. Pada akhirnya, teman kami, Fadhlan, memberikan saran untuk pergi ke Villa yang ada di Tasikmalaya, milik orang tuanya. Ternyata ya OKE JUGA tuh!

Kedua, bicarakan masalah “Siapa yang mau jadi pembimbing kita?” Kenapa kita memperhitungkan itu juga? Tentu kadang masih banyak orang tua yang khawatir ketika anaknya akan melakukan perjalanan jauh untuk liburan tanpa bimbingan orang dewasa. Apakah ada orang tua yang mau ikut? Kalau orang tua Fadhlan dipastikan ikut karena pemiliknya, tapi orang tua Fadhlan tidak akan ikut menginap di Villa, melainkan di Hotel. Oh ternyata, ibunda dari Anisa (Nisa) bisa menjaga kami, ya mungkin sebagian orang perpendapat “Uh kok ada orang tua yang jagain sih? Kita kan udah gede, lagi pula jadi ga enak kalau kesenangan kita dijaga orang tua.” NONONO … ibunda Nisa bisa handle itu semua dan hanya menjaga kami agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ya walaupun begitu ibunda Nisa memang sudah percaya pada teman-teman X-3 alias DEXTER karena kami anak-anak yang baik.

Ketiga, siapa saja yang ingin ikut? Masih banyak juga teman-teman yang tidak bisa ikut karena tidak diizinkan oleh orang tua mereka, ada juga yang masih takut pergi jauh terutama perempuan. Walaupun sudah diberitahukan kalau bakal ada yang jagain dari pihak orang tua Fadhlan dan ibunda Nisa. Hasilnya yang ikut adalah aku pastinya, lalu ada Heri (asal Lampung), Dinda (asal Cimahi), Fadhlan, Nisa, Hamzah, Diki (asal Garut), Rifa (asal Sumedang), Ilyas (asal Depok), Nika (asal Jakarta), Birry (asal dari hati Royan, eh maksudnya bisa Bandung sih sebenarnya, tapi bisa juga Subang mungkin), Royan (turunan Arab), Fedian (asal Pekanbaru), dan yang terakhir adalah Ai Herlina. Ai ikut karena Tasikmalaya adalah kampung halamannya Ai.

Keempat, masalah transportasi, karena orang tua Fadhlan juga ikut, jadi sudah dipastikan membawa kendaraan pribadinya dan sebagian teman-teman bisa masuk ke mobil Fadhlan, hanya saja pasti tidak cukup dalam 1 mobil, jadi minimal ada 2 mobil. Oh ternyata mobil kedua bisa menggunakan mobil Nisa, karena orang tua Nisa juga ikut, serta supir. Dihitung-hitung jumlah orang yang ikut ya jadi muat deh untuk 2 mobil. Mobil Fadhlan diisi oleh aku, Fadhlan, Hamzah, Birry, Heri, Rifa, dan orang tua Fadhlan. Mobil Nisa diisi oleh sisanya.

Dan yang kelima adalah modal, uang yang akan digunakan, memperhitungkan masalah makan, bensin perjalanan, snack, hal-hal lain untuk berjaga-jaga, dan sebagainya. Jadi semua itu ga mudah lho. “Hah? Mau pergi jauh? Kalian ga ada pengalaman apa-apa pergi jauh, apalagi ini pertama kali buat kalian. Paling ga akan jadi ujung-ujungnya udah diobrolin lama kaya gitu.” ARGH KESAL! Ah baiklah, kita tunjukan kalau kita bisa dengan … doa. *semoga*

Maret 20, 2009

WOHOO, tanggalnya memang sudah ditentukan, cuman sebenarnya belum memasuki waktu liburan HAHAHA. Uniknya adalah kami berangkat setelah pulang sekolah di hari Jum’at, karena kami pulang sore, ga terlalu sore juga sih, jadi kami langsung pulang ke rumah mengemas barang-barang dan beberapa orang membeli cemilan untuk di perjalanan. Setelah itu, kumpul lagi di sekolah setelah Ashar.

Di sore hari memang masih banyak siswa dan guru-guru di sekolah belum pada pulang. Sedangkan kami sudah mengganti pakaian kami, bukan dengan seragam. Nunggu mobil Fadhlan dan Nisa, ya kami main-main dulu, main basket, main apa gitu, dan ngobrol. Mobil Nisa sudah duluan datang, tapi kok yang Fadhlan lama banget? Eh ternyata macet, dan … FADHLAN MEMBAWA PLAYSTATION 2 WOOHOO!! (Duh masih PS2? ya iya lah, masih jamannya waktu itu, yang penting bisa main bola di PS2 dan dibuat tournamen buat malam hari dan begadang). *duh dasar cowok*

dxo09-1dxo09-2

Perjalanan kami, WOAHH, sungguh melelahkan dan sangat jauuuhhh apalagi menuju Villa yang dekat dengan pantai. Jalanan yang penuh belokan dan berbahaya, syukurlah kami juga selamat dan tidak ada hal-hal buruk terjadi. Baru setengah perjalanan, kami memang terpisah. Teman-teman di mobil Nisa menunggu di sebuah mini market untuk melakukan perjalanan bersama-sama lagi. Sambil menunggu, ya Ilyas beli banyak es krim buat temen-temen HAHAHA, jadi pada makan es krim dulu yang dibeli dari mini market.

Setelah mobil Fadhlan datang ya memang kami beristirahat dulu. Perjalanan jauh mulai ditempuh lagi, masih JAUH LHO! Cepetin aja deh. Sudah 90% perjalanan yang jauh itu, mendadak banyak yang muntah dan mual hahaha mabok semua! Begitu juga di mobil Fadhlan, ada Rifa dan Heri yang duduk di belakang. Selama perjalanan Rifa memijat punggungku karena badanku mulai pegal-pegal duduk terlalu lama, sambil memijat diriku, Rifa selalu bertanya “Ada yang mau muntah?” bahkan lebih sering bertanya ke Birry yang duduk di tengah, “Birry mau muntah bilang aja.” Soalnya Birry diem melulu, memang sifatnya pendiam sih, tapi kok biasanya ngomong, ini ga ngomong sama sekali hahaha. Eh ternyata mendadak Birry bilang “KRESEK KRESEK!” hahaha, ternyata Birry beneran muntah, dan itu membuat kami semua tertawa-tawa di mobil Fadhlan.

dxo09-3dxo09-4dxo09-5dxo09-6dxo09-7dxo09-8

Tidak jauh dari Villa, kami berhenti dulu di sebuah restaurant untuk makan malam, MAKAN IKAAANNN! Sambil makan, ya kami beristirahat dan ngobrol-ngobrol, siapa aja nih yang muntah hahaha, setelah itu kami mulai bersiap-siap pergi ke Villa, karena semuanya sudah mulai pada lelah. Sesampai di Villa, dikirain pada kecapean, tapi kok kali ini energi kami malah naik lagi ya? Kami membereskan barang-barang, kamar tidur yang akan digunakan oleh para perempuan, sedangkan para laki-laki pada tidur di ruang tengah dengan TV untuk bermain PS2. Laki-laki dikasih kasur yang banyak dan ditata menjadi lebih luas buat tidur banyakan. Setelah membereskan barang-barang dan ganti baju, kami diberikan arahan oleh ketua kelas, Diki, setelah itu mulai bermain deh silakan dan jangan maksain diri buat ga istirahat. Sebagian ngobrol-ngobrol, sebagian ada yang langsung tidur, ada yang main kartu, ada yang makan, ada yang main PS2 (untuk semua laki-laki).

Sebagian ada yang ga tidur sama sekali alias begadang, sebagian ada yang tidur walaupun tidurnya rata-rata pada jam 2-3 dini hari. Matahari belum terbit dan langit berwarna biru gelap. Setelah shalat subuh, Ilyas, Niekha, Rifa, Royan, dan Fedian langsung pergi ke pantai menikmati dinginnya pantai di pagi hari. Buat temen-temen yang sudah bangun tidur, ya pagi-pagi mereka juga pergi ke pantai dan bermain air sambil foto-foto.

dxo09-9dxo09-10dxo09-11dxo09-12dxo09-13dxo09-14dxo09-15dxo09-16dxo09-17dxo09-18dxo09-19dxo09-20dxo09-22

Di pantai banyak kejadian lucu-lucu, pertama sih yaa jalan-jalan biasa dan main air di pantai, terus lama-lama ada sekumpulan anak-anak yang bermain bola, jadi kami ikut bermain bola juga di pantai, woh ini pertama kalinya aku dan teman-teman bertanding futsal di pantai, bahkan sampai air lautnya mulai naik hehe. Setelah itu kami pergi ke tempat yang tidak begitu besar ombaknya. Disana, tiba-tiba ada LELE KUNING! atau LELE COKLAT! atau apapun itu alias KOTORAN MANUSIA! Gilaaaa pantai sebersih itu tiba-tiba muncul satu kotoran manusia yang sedang berenang hahaha. Fadhlan malah mainin kotoran tersebut, semuanya langsung lari menjauh dan keluar dari air, sialan asli menjijikan, beginikah manusia ya?

Memang aktivitas yang kami lakukan pun begitu singkat, ya udah sih ya biarin aja yang penting kita semua senang dan ya next event semoga ga cuman sebentar. Semakin siang tentu semakin panas, ada yang masih bermain air di pantai, ada juga yang kembali ke Villa, ketika kembali ke Villa kebetulan sekali ada tukang es cendol, jadi aduh panas-panas gini tepat banget minum yang dingin dan segar seperti es cendol, eaa penjualnya jadi laku keras gara-gara kita beli lagi dan beli lagi hahaha. Kami melakukan banyak kegiatan disana sebelum mulai perjalanan ke rumah Ai Herlina, lumayan sekalian silaturahmi, karena kejadian ini sangat langka dilakukan oleh DEXTER, apalagi Ai yang sekolah di Bandung memang jadi jarang pulang ke rumah karena jauh.

Sebelum melakukan perjalanan ke rumah Ai, ada baiknya semuanya mengemaskan barang-barang dan langsung menunggu kendaraan dan menunggu orang tuanya Fadhlan kembali dari hotel, karena kami juga kelelahan dan bosan menunggu, jadinya banyak yang tidur siang, apalagi beberapa orang begadang. Setelah shalat Dzuhur, kami mulai melakukan perjalanan jauh lagi ke rumah Ai, tapi sebelum itu kami pergi untuk makan siang.

dxo09-23dxo09-24dxo09-25dxo09-26dxo09-27

Perjalanan ke rumah Ai memang agak extreme, karena jalanannya tidak mulus dan berliku-liku, apapun itu lah aku juga bingung jelasinnya gimana, karena memang agak dalam ya tempatnya, dan tentunya susah sinyal. Tiba di rumah Ai, kami disambut oleh pemilik rumah, yaitu keluarga Ai. Uh keluarga Ai sangat baik dan panas-panas gini kami juga langsung disediakan minuman kelapa, asik banget dah pokoknya. Banyak dari kami yang meminum 1 kelapa untuk 2 orang, dan moment itu aku potret sesuai dengan apa yang mereka lakukan, kaya ciuman.

dxo09-28dxo09-29dxo09-30dxo09-31dxo09-32dxo09-33

Sore hari menjelang malam, hampir malam sih, dan kami melakukan perjalanan lagi ke Bandung, ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan lagi. Sesampai di Bandung kira-kira pukul 1 dini hari, awalnya daripada diantar ke sekolah, lebih baik menginap untuk sementara di rumah Nisa, karena orang-orang yang di mobil Anisa memilih untuk menginap disana. Sedangkan yang di mobil Fadhlan, awalnya ingin menginap di rumah Nisa, tapi kalau dipikir-pikir aku, Birry, Hamzah, Heri, dan Rifa memilih untuk pulang walaupun agak bahaya pulang jam segitu karena kota-kota besar di tengah malam itu terkadang tidak aman.

Heri dan Rifa pulang ke asrama, sedangkan aku, Birry, dan Hamzah pulang ke rumah masing-masing dari sekolah. Well ya, sebenarnya ini pengalaman pribadi kami saja di X-3, jangan lupakan acara ini guys. Terima kasih banyak buat semuanya, khususnya orang tua dari Ai Herlina, Nisa, dan juga Fadhlan yang bersedia menemani kami untuk berlibur. Ya, kata siapa kami “Hayu hayu tapi ga jadi” kami membuktikan bahwa kalau mau bener ya harus bener, jangan main-main bikin acara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: