Episode 14: Mencari Tempat Makan

Gila stress abis, aku lama-lama kok sumpek ya belajar melulu hahaha, biasanya main melulu pas SMP, pas masuk SMA terutama kelas 3 SMA, kok aku jadi sumpek ya? Ya alasannya karena aku jarang refreshing, jarang bermain, kalau main pun cuman main futsal sama temen-temen di sekolah. Tapi kelas 3 SMA udah agak susah buat main kaya gitu. Kami yang sudah memasuki kelas 3 SMA, kadang lebih sering sibuk fokus untuk belajar agar bisa lulus Ujian Nasional dan SNMPTN (namanya masih itu di jaman kami, suatu saat berubah sebutannya). Kadang memang jadi sumpek ya kalau ga refreshing, tiap orang punya caranya sendiri buat mencari hiburan agar tidak tegang atau stress menjelang Ujian Nasional.

Selain sumpek karena belajar terus, kami sebagai kelas 3 yang bersekolah di bangunan 3 sulit mendapatkan hiburan, bahkan di bangunan 3 hanya memiliki lapangan parkir, ga ada lapangan olahraga, lalu kantin juga kecil banget. Kami mendapatkan kabar kalau nanti bakal ada bangunan 4 (sekedar info) ini sekolah atau apaan sih gedungnya beda-beda lokasi hahaha. Kebanyakan dari kami memilih langsung pulang karena sumpek di bangunan 3.

Bandung-Lembang, Oktober 14, 2010

Lelah pikiran karena belajar, Ilyas mengajak beberapa teman Deotrix untuk makan-makan setelah pulang sekolah, udah lama nih ga main-main bareng, selain acara puasa doang ya setidaknya main gitu di lain waktu, sebenarnya dalam rangka ulang tahun Ilyas sih, tapi sebenarnya bukan di tanggal 14 Oktober, kebetulan aja pada hari Jum’at tersebut, Ilyas mengajak aku, Diki, Royan, Hamzah, Rifa, Ali, Naqi, Nisa, Birry, dan satu teman kami yaitu Iqro. Beberapa Deotrix tidak ikut karena takut pulang malam (apalagi menjelang Ujian Nasional harus jaga kondisi dan beberapa orang tua memang khawatir). Pada hari Kamis, setelah pulang sekolah, rencananya kami berangkat menuju restaurant Seafood yang berada di Sukajadi.

Tidak jauh lokasinya dari sekolah, kami langsung berangkat menggunakan motor. Sesampai disana, eh ternyata restaurant yang kami kunjungi malah tutup di hari Kamis, entah lupa alasannya kenapa. Perubahan rencana, akhirnya kami pergi menuju Lembang atas saran Diki untuk makan nasi merah dengan ayam bakar atau goreng, beserta lauk lainnya. Daripada semakin sore dan takutnya juga penuh karena menjelang makan malam, jadi kami semua berangkat kesana tanpa berpikir lama.

dxep14-1dxep14-2dxep14-3dxep14-4dxep14-5dxep14-6dxep14-7dxep14-8dxep14-9dxep14-13dxep14-14dxep14-15dxep14-16dxep14-17dxep14-18

Matahari sudah hampir terbenam, langit memang belum terlalu gelap, kami memutuskan untuk shalat dulu di Masjid Jami Fathul Muhajirin, tempat makannya tepat berada di depan masjid tersebut, tinggal nyebrang. Kami makan banyak sambil ngobrol-ngobrol juga mengenai perkuliahan, begitu juga mengenai masa-masa kelas 1 SMA. Makanan yang hangat dan enak, ditambah suhunya memang cocok untuk memakan makanan seperti ini, ayam goreng, nasi merah, tahu, tempe, uh Indonesia banget dah pokoknya haha.

Tidak lupa kami juga memesan minuman kelapa, bukan di gelas tapi memang di minum langsung di buah kelapanya, sama seperti kejadian pada saat kami mengunjungi rumah Ai Herlina. Kembali mengingat masa-masa tersebut, seperti biasa 1 buah kelapa sengaja diminum untuk 2 orang, aduh jadi seperti ini deh, udah ciri khas banget kebiasaan anak Deotrix itu emang romantis ya hahaha.

Birry sebagai soulmate Royan, selalu bersebelahan, memang agak jarang Birry di foto, karena pendiam, TAPI SEKARANG UDAH GA PENDIAM LAGI KALAU SAMA DEOTRIX! Birry emang jadi ga pendiam kalau sama Deotrix haha. Agak sulit mendapatkan foto Birry sih biasanya, Birry mau di foto kalau banyakan, dan kalau dipaksa sama Deotrix hahaha. Nah kali ini candid camera mengacu pada Birry yang sedang makan.

Kami makan dengan puas, dan memang sih ya enaknya tidur kalau udah makan banyak hahaha walaupun sebenarnya ga baik dan ga sehat, tapi lihatlah kelakuan mereka setelah makan banyak memang sebelum pulang ke rumah, mereka mau beristirahat dulu tapi malah jadi tidur-tiduran begini hahaha.

dxep14-19dxep14-20

Tidak terasa waktu begitu cepat dan langit sudah gelap, kami harus segera pulang karena perjalanan pulang agak sedikit berbahaya, karena ada beberapa tempat yang tidak ada cahayanya dan jalanan juga turun, bukan naik, jadi jangan ngebut sembarangan. Pada saat pulang memang ada kendala, yaitu jaket yang dipegang Royan tidak sengaja masuk ke dalam roda motor Iqro, ya ampun ada-ada aja, karena Royan kedinginan tapi ga dipake cuman dipegang dan ditaruh di depan, sedangkan Iqro yang nyetir motor tiba-tiba motornya mogok karena ada jaket yang tersangkut, tapi syukur semuanya teratasi dengan cepat. Dan kami pulang ke rumah dengan selamat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: