Episode 19: Tanjung Sari

Apa yang aku lakukan dengan Deotrix setelah perang awal selesai, alias Ujian Nasional, banyak dari kami yang berjuang habis-habisan untuk belajar agar bisa masuk ke tingkat perkuliahan. Bersyukur aku dan teman-teman mendapatkan kabar kalau kami lulus SMA. Aku mau kasih tau kalau beberapa hari/minggu setelah kelulusan UN, pihak sekolah memberikan sebuah kelas intensif untuk para siswa/siswi yang sudah lulus untuk melakukan persiapan sebelum melaksanakan ujian masuk PTN, tapi kok tiba-tiba bagian kelas intensif di IPS jadi penuh? Haha karena memang dari kelas IPA ada yang ingin mengambil jurusan IPS di perkuliahannya nanti. Ya mungkin waktu SMA ga kepikiran kalau mau kuliah apa, makanya sebelumnya mereka ga masuk jurusan IPS di SMA. Aku gimana? Aku ga ikutan intensif karena 1 minggu setelah UN aku memilih mengikuti ujian gelombang pertama di PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Bandung.

Memang banyak orang bertanya, mengapa aku tidak berjuang masuk PTN? Ini bukan karena aku ga niat sih sebenarnya, tapi ya setiap orang punya alasannya sendiri dan kondisinya yang kadang ga terduga, jadi aku putuskan untuk memilih langsung masuk swasta. Kadang-kadang datang ke sekolah bangunan kedua (untuk kelas intensif), juga hanya bertujuan untuk menemui teman-teman Deotrix karena aku rindu haha. Kebetulan pada saat itu aku di ruang tengah, bertemu teman-temanku yang lagi ga masuk kelas, lagi minum kopi. Lalu ada Wanda dan Fedian yang keluar kelas dan menyapaku sambil ngobrol-ngobrol.

Lalu ada seorang guru dari mata pelajaran IPA (tidak perlu aku sebutkan sih sebenarnya siapa guru itu), yang jelas buat kalian yang tau, cukup diam, dan buat kalian yang belum tau, ga usah tau hahaha. Pada saat itu guru tersebut menghampiriku dan bertanya, “Lho kenapa kamu ga ikutan SNMPTN? Kan kamu pintar.” (duh jadi malu) hohoho. Jadi begini, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa aku ga mengikutin SNMPTN, tapi ya sudahlah memang banyak orang yang bilang “Wah sayang sekali.” Ya mau gimana lagi ya haha setiap orang punya alasannya masing-masing. Aku menjawab, “Aku udah keterima di Perguruan Tinggi Swasta.” Wanda dan Fedian hanya melihatku mengobrol dengan guru tersebut. Lalu guru itu berkata, “Buat apa kamu masuk swasta, perusahaan itu mencari yang Negeri, yang terkenal, yang sudah terjamin kualitasnya. Swasta yang kamu ambil ga bikin kamu sukses karena ga terkenal.” HMM? WHAT THE! *speechless*

Aku menjawab dengan senang hati dan tertawa kecil, “Pak, tiap orang punya kendalanya masing-masing, ya emang ada berbagai cara yang dilakukan, tapi untuk masalah kesuksesan. Kesuksesan itu bukan dilihat dari tempatnya, tapi dari perjuangan orangnya, saya kuliah di Perguruan Tinggi Swasta bukan berarti saya ga sukses dong pak, memang yang kuliah di PTN udah dapet nama, tapi ga bisa juga kita menjatuhkan mereka dari lulusan swasta.” Guru itu menangkal lagi, “Kamu berarti ga berusaha untuk mendapatkan PTN dong? Suksesmu hanya sebatas swasta?” Aku menjawab lagi dengan perlahan, “Begini, pertama, setiap orang punya alasannya masing-masing mau kemana tujuannya. Kedua, yang terpenting itu jurusan dan ilmu yang bakal diperoleh, dan yang penting kita senang, buat apa orang ngambil PTN tapi jurusan yang diambil juga ga sesuai? Dimanapun tempatnya, yang penting ilmunya dapet dan bermanfaat. Ada yang berjuang habis-habisan masuk PTN tapi pas kuliah malah males-malesan. Saya sendiri karena suka sama tempat itu, jadi ga ada pemaksaan, kalau udah suka ya harus berjuang dong ya buat menjadi lebih baik lagi, yang penting suka dulu dan jurusan yang diambil juga suka.”

Guru itu tetap menangkal bahwa aku tidak akan sukses dan beliau pergi entah kemana. Wanda dan Fedian melihat kejadian itu membuat Fedian angkat bicara, “Gue setuju semua sama apa yg lu bilang, jangan ada pemaksaan untuk masuk PTN, apalagi sukses ga diukur dari tempat kuliahnya, gimana orangnya aja itu mah.”

KEMBALI KE CERITA EPISODE INI!

Bandung, Juni 11-12, 2011

Rencananya setelah SNMPTN berakhir, Deotrix memang ingin melakukan liburan bersama lagi atau setidaknya pergi main keluar kota lagi sama seperti waktu kami pergi ke Tasikmalaya. Hanya saja, memang walaupun sudah lulus SMA, masih ada juga orang tua yang khawatir kalau anaknya pergi jauh, selain itu memang ada yang ingin berniat beristirahat di rumah karena lelah mengikuti SNMPTN.

Pernah ke rumah Royan, ke rumah Gea, ke rumah Hamzah, ke kontrakan Ilyas, ke kost Wanda, ke rumah Ferin, ke rumah Ugen, ke rumah Nisa, ke rumah Adam, ke rumah Adinda, ke rumah Fadhlan, dan temen-temen yang lain deh. Masih banyak rumah teman-teman X-3 yang ingin kami kunjungi lagi dan belum pernah sama sekali. Episode kali ini, aku ingin menceritakan perjalanan kami ke Tanjung Sari, dimana itu, ya Sumedang, tempatnya Rifa. Ilyas sebagai sahabatnya Rifa, sangat disayangkan kalau ga pernah ke rumah Rifa, mumpung teman-teman X-3 masih banyak yang tinggal di Bandung, sebelum pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Di sekolah memang sudah mulai belajar seperti biasa, ada murid baru juga dan ada junior-junior yang mulai belajar di sekolah seperti biasa, tapi untuk kami, LAGI LIBURAN WOOHOO. Jaman sekarang memang lebih mudah untuk berkomunikasi, jadi kalau mau merencanakan sesuatu bisa langsung lewat internet atau chat messenger, tapi tergantung orangnya aktif di dunia maya atau ngga hehe, tapi karena baru era nya biasanya masih banyak yang aktif sekali di social media. Nah rencananya emang kan mau ke rumah Rifa, sayangnya Rifa udah ada di Sumedang, jadi kalau bisa kami yang menyusul dan Rifa akan menyambut kami disana.

dxepp19-1dxepp19-2dxepp19-3dxepp19-4dxepp19-5dxepp19-6

Dalam perjalanan ini, kami tidak menggunakan kendaraan pribadi menuju rumah Rifa, agak sedikit berbeda dari biasanya, kami akan pergi ke rumah Rifa menggunakan transportasi umum yaitu BUS, tapi sebagian ada 1-2 orang yang bakal bawa kendaraan pribadi seperti Diki, Fatnan, dan Niekha, tapi berangkatnya agak sore. Nah, di siang hari pada saat murid-murid di SMA sedang beristirahat di jam kedua. Kami berkumpul di sekolah setelah shalat Dzuhur, memang kami ga boleh terlambat karena menentukan juga jarak perjalanan dan transportasi umumnya, kali ini kami akan naik bus yang akan berhenti tepat di sebrang sekolah. Karena ga banyak Deotrix yang ikut dalam perjalanan kali ini, jadi yang hadir ada aku, Ilyas, Naqi, Nisa, Fedian, Ai, Hamzah, dan Royan untuk berangkat menggunakan bus.

Ketika kami ingin berangkat, ternyata Royan agak telat karena memang rumahnya jauh dari sekolah, wajar saja kalau naik angkot harus menunggu agak lama. Kami menunggu Royan disebrang sekolah dan tiba-tiba bus yang ingin kami naiki telah datang, tepat beberapa saat Royan berteriak “Tunggu!” Nah lho, Royan berlari dan nyebrang melalui zebra cross dan akhirnya tepat waktu kami bisa naik bus bersama-sama. Rifa sudah berada di lokasi, yang tau tempatnya Rifa adalah Nisa, karena Nisa kerabatnya Rifa dan sudah tau tempatnya.

Dalam perjalanan memang ga begitu lama kok, tapi memang kadang aku dan Royan cepat bosan, bahkan Royan iseng banget milem orang yang ada disebelahnya lagi tidur (tonton video yang diatas). Tak lama setelah itu kami akhirnya sampai di Sumedang, terutama di sebuah pasar. Kami turun disana dan di pasar kami membeli beberapa makanan dan minuman karena haus dan pengen ngemil.

Kami membeli es kelapa bersama-sama, sebagian ada yang beli makanan lain. Di pasar Nisa memberikan 2 pilihan, mau naik angkot, delman, atau jalan kaki? Dan akhirnya kami memiliki naik delman, tapi sambil cari delman ya kami jalan kaki dulu untuk keluar dari pasar.

Pada saat jalan kaki keluar dari pasar sambil ngobrol-ngobrol, eh tiba-tiba ada 3 orang siswi SMA yang mendadak ikutan ngorbol nyambungin percakapan kita, apalagi salah satunya merayu Hamzah, wadaw. Royan langsung berkata, “Sikat, tunjukin skill-nya zah!” Aduh aku dan teman-teman yang lain cuman ketawa-ketawa melihat reaksi Hamzah juga malah mengajak mereka kenalan secara tiba-tiba. Ada-ada aja, para siswi SMA itu pun langung tersenyum-senyum malu dan mengucapkan selamat tinggal.

dxepp19-7dxepp19-8dxepp19-9dxepp19-10dxepp19-11dxepp19-12dxepp19-13dxepp19-14dxepp19-15dxepp19-16dxepp19-17dxepp19-18dxepp19-19dxepp19-20dxepp19-21

Ternyata ga cukup buat naik delman, kalau naik 2 delman bakal rugi (masih mikir rugi dan untung, maklumin saja sebagai anak yang baru lulus SMA). Jadi, biar murah juga ada yang  naik ojek, yang naik ojek cuman aku dan Naqi. Kalau yang naik delman ada Royan, Ilyas, Fedian, Nisa, dan Ai Herlina. Dan WOOHOO ADA RIFA, SUDAH MENYAMBUT! Ada rumah nenek Rifa yang sedang tidak dihuni, jadi kami diperbolehkan menginap disana, apalagi dekat masjid, jadi ya lumayan deh kalau mau shalat bisa ke masjid lebih dekat jaraknya.

Setelah tu, tepat di hari yang sama, kami menyewa mobil untuk pergi ke sebuah tempat bermain untuk anak-anak. Padahal kami dah SMA, tapi ya udah deh main aja ke tempat itu, tempat wisata juga sih sebenarnya, tapi kami main di wahana bermain untuk anak-anak kecil sampai menjelang malam hari.

dxepp19-22dxepp19-23dxepp19-24dxepp19-25dxepp19-26dxepp19-27dxepp19-28dxepp19-29dxepp19-30

Diki, Fatnan, dan Niekha datang ke lokasi wisata juga dan bertemu disana dan bermain lagi. Ketika langit sudah gelap, semuanya kembali pulang ke lokasi menginap. Uh dingin banget rasanya malem-malem gitu disana. Pada malam hari, kami mulai bakar-bakar jagung, uh dingin-dinginn gitu enak banget makan jagung bakar!

Keesokan harinya kami pergi ke lapangan futsal yang sudah disewakan oleh Rifa, ya untuk laki-laki sudah merencanakan hal ini karena udah lama banget ga futsal, jadi ya cobain futsal di Sumedang. Setelah itu kami bersiap untuk pulang kembali ke lokasi penginapan dan membereskan barang-barang kami, karena menjelang sore kami akan pulang. Pulangnya juga sama, kami naik transportasi umum. Dan memang beberapa hari kedepan kami akan merencanakan perjalanan baru kami lagi bersama teman-teman Deotrix lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: