Episode 31: Pernikahan Sang Ketua

Kalau dipikir-pikir masa-masa SMA dengan masa kuliah tentu berbeda, apalagi pada saat SMA aku benar-benar dibimbing oleh banyak orang, mulai dari ilmu, sikap, pengalaman, dan sebagainya. Aku pernah memberitahukan kepada kalian, di SMA aku sering banget olahraga futsal, main basket, hangout sama temen-temen ke mall, dan sebagainya, tapi kalau masa-masa kuliah ku itu emang berbeda dari SMA, karena mulai jarang olahraga, mulai jarang hangout, mulai jarang makan keluar sama temen, pokoknya emang sumpek sih hahaha, karena kebanyakan tuh temen-temen kuliah tuh alasan pertama emang ga suka olahraga rata-rata, selain itu mereka lebih senang bermain game online di rumah daripada hangout ke restaurant atau mall. Sebagian kecil emang biasanya mereka hangout tuh lebih sering sama pacarnya daripada sama temen sendiri.

Untuk masalah belajar juga sama aja sih, di SMA aku sering banget belajar bareng, jadi kadang sambil belajar bisa sambil ngobrol dan ketawa-ketawa, atau usil-usilan. Kalau di kuliah, aku cuman bisa belajar sendiri di rumah, kadang kalau pun ada yang mau belajar bareng biasanya ga ketemuan, kalau mau ketemuan tuh jarang banget. Lho terus gimana caranya belajar bareng tapi ga ketemuan? Nah biasanya cuman belajar lewat voicecall atau videocall, apalagi kalau kerja kelompok, kebanyakan kami ngobrol lewat internet, bukan chatting ya, tapi ngomong langsung tapi di rumah masing-masing aduh haha. Kok gitu amat? Ya gimana lagi, rumah pada jauh dan juga beberapa orang ga punya laptop, cuman ada PC, jadi mau ga mau ngerjain di rumah masing-masing dan ngobrol pake via voicecall aja, sekalian kan kalau mau liatin gambar atau nanya-nanya bisa langsung screenshot HAHAHA, aduh teknologi jaman sekarang, udah emang berubah.

Okay, maaf intro yang panjang sebelumnya, kenapa aku kasih tau kaya gitu? Karena emang aku di akhir semester atau pada saat melaksanakan Tugas Akhir aku lebih sering sendiri, walaupun ada beberapa orang yang membantuku itu pun hanya sebentar banget, 1-2 hari doang. Ya sisanya belajar sendiri, aku benar-benar dituntut untuk mandiri dan fokus dengan apa yang harus aku lakukan untuk lulus.

Bandung, Agustus 15, 2016

Suatu hari aku sedang duduk santai di salah satu taman di kota Bandung, menikmati sejuknya angin dan sinar matahari di sore hari, hmm aku melihat sekumpulan anak-anak SMA yang sedang bercanda tawa disana dan sambil belajar. Aku seperti melihat Deotrix yang sedang belajar bersama, ya ampun kenangan yang indah. Aku melihat ke group chat di chat messenger, kalau ternyata Diki, ketua kami asal Garut akan melaksanakan pernikahan pada tanggal 21 Agustus besok.

Sudah ada lagi sahabat Deotrix yang akan melaksanakan pernikahan, apalagi sang ketua kami, dipikir-pikir juga banyak temen-temen yang udah lulus kuliah dan udah banyak juga yang kerja, ya ampun aku merasa … apa aku sudah beranjak dewasa? Karena aku masih memiliki sifat seperti anak-anak, aku rasanya gamau dewasa lebih cepat haha, tapi mau ga mau seiring berjalannya waktu, aku pun akan tumbuh dewasa, apalagi sangat sangat bersyukur setelah perjuangan panjang di kuliah aku akhirnya bisa lulus dengan nilai-nilai baik, ga ada nilai buruk satu pun.

Smartphone bergetar, sebuah chat dari sahabat Deotrix, yaitu Gea menanyakan, “Mau bareng atau ngga? Naik mobil nanti. Masih ada bangku kosong soalnya.” Awalnya aku mikir ga bisa ikut karena ada beberapa urusan yang harus aku lakukan, tapi hmm dipikir-pikir aku coba dulu menghubungi sahabat Deotrix lainnya, seperti Royan, Gea, dan sebagainya. Dan pada akhirnya setelah diskusi, aku memutuskan untuk hadir ke pernikahan akang Diki, ikut mobil Gea.

Bandung, Agustus 21, 2016

Pagi-pagi aku berangkat ketemuan sama Gea dan Adli, pacarnya, disana juga ada Fatnan dan Matinu yang bareng di mobil. Meskipun sedikit terlambat karena kami juga harus menjemput Ein di rumahnya, setelah itu kami berangkat deh ke sana dan akhirnya kami sampai juga di lokasi. Teman-teman yang lain menyusul, bahkan ada teman-teman yang naik kendaraan bermotor. Selamat buat ketua kami, Diki, beserta istrinya yang sudah sah, Silmi, semoga pernikahannya menjadi pernikahan yang abadi dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah.

dxeep31-1dxeep31-2dxeep31-3dxeep31-4dxeep31-5dxeep31-6dxeep31-7dxeep31-8

Ada Birry, Heri, Fadhlan, Iam, dan sebagainya pokoknya banyak deh yang hadir juga, dan yaa pada saat itu beberapa teman Deotrix mengucapkan selamat juga kepada ku, karena mereka juga udah tau kalau aku sudah lulus, tinggal wisuda nih hahaha, banyak yang bilang sih, “Pengen hadir pas acara wisuda kamu.” Ya sebenarnya silakan aja, open malah, bahkan ada penampilan khusus dari pada junior juga di kampus yang sudah menjadi tradisi di kampus ku.

Pada siang hari kami langsung berangkat pulang, aku dan Ein (Ferin) ga gabung mobil Gea lagi, tapi pindah ke mobil Niekha dan Fakhri, mereka akan mengantarkan aku dan Ein pulang. Selama perjalanan masih ada banyak orang yang merayakan 17 Agustus-an, apalagi ada yang lagi lari marathon di jalan raya, wajar jadi penuh dan agak macet. Dalam perjalanan juga, Ein mengatakan hal lain pada ku, kalau dia akan melaksanakan pernikahannya di bulan Oktober, woh selamat ya, tapi … UHMM … *bersambung*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: